Aku mengubur tulang-belulangku ke dalam tanah, menamainya fondasi.Setiap bata adalah tidur yang kupinjam,hari-hari habis menjelma dinding. Aku mempelajari bahasa lapar,cara tersenyum sementara tanganku gemetar,cara mengubah “tidak cukup”agar hampir menyerupai ada. Aku memanjat dengan mengecilkan diri.Mengucap “ya” ketika maksudkutolong, jangan.Membiarkan mereka memujisementara itu mengosongkanku. Di atas, hanya ada akhir.Sesuatu yang selesaidan lupa siapa yang membawanya ke …

